Assalamualaikum,
Hallo Sista!
Hallo Sista!
Apa kabar, sist?
Hari ini aku mau sharing pertama kali operasi.
Well.. ngak pernah kebayang gimana rasanya operasi. Oke, disini aku bakalan ceritain dari awal. Btw, saat nulis ini masih belum dibuka plester pasca operasi.
Awalnya sudah mulai terasa ada benjolan di payudara kiri. Cuma aku pikir "karena mau haid aja kali yaaa..jadi berasa benjolan". Tapi, kira-kira setelah 2 atau 3 kali haid kok benjolannya masih ada.
Aku sadar ada benjolan dan melakukan cek SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
Mulailah aku googling kira-kira kenapa. Oh My God, hasil googling serem juga ya.. Aku banyak liat tentang Kanker Payudara. Sedikit takut, panik, yaaa campur aduk deh .
Coba googling dengan keyword lebih spesifik, ciri-ciri benjolan yang aku alamin. Well, hasilnya aku nemuin istilah Fibroadonema Mammae.
Coba googling dengan keyword lebih spesifik, ciri-ciri benjolan yang aku alamin. Well, hasilnya aku nemuin istilah Fibroadonema Mammae.
Sabtu, 5 November 2016
Pagi-pagi masuk ke kamar mama. Bilang sama mama berasa ada benjolan. Mama coba cek dengan meraba, namun mama bilang "mungkin cuma kelenjar aja, biasanya mau haid suka begitu". Tapi aku bilang ini emang berasa.
Akhirnya, mama menyarankan aku untuk dicek aja, biar tahu ini benjolan kenapa.
Pagi-pagi masuk ke kamar mama. Bilang sama mama berasa ada benjolan. Mama coba cek dengan meraba, namun mama bilang "mungkin cuma kelenjar aja, biasanya mau haid suka begitu". Tapi aku bilang ini emang berasa.
Akhirnya, mama menyarankan aku untuk dicek aja, biar tahu ini benjolan kenapa.
Karena aku punya BPJS dari kantor, aku pakai BPJS ke Puskesmas Kecamatan Kembangan (sesuai dengan faskes yang terdaftar di kartu BPJS). Lumayan antri untuk Poli Umum di Puskesmas Kecamatan, ya harus sabar sih.
Setelah menunggu cukup lama, aku bilang ke Ibu Dokter yang ada di Puskesmas tentang keluhan, Beliau melakukan pengecekan dan mendiagnosa bahwa FAM di arah jam 11.
Mamaku meminta surat rujukan, seharusnya untuk mendapat surat rujukan aku harus balik ke Puskesmas hari Senin, namun Ibu Dokter memberikannya walaupun aku harus menunggu lagi karena Beliau mau break untuk solat dzuhur. Setelah itu akhirnya aku dapat surat rujukan ke Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Pelni.
Setelah menunggu cukup lama, aku bilang ke Ibu Dokter yang ada di Puskesmas tentang keluhan, Beliau melakukan pengecekan dan mendiagnosa bahwa FAM di arah jam 11.
Mamaku meminta surat rujukan, seharusnya untuk mendapat surat rujukan aku harus balik ke Puskesmas hari Senin, namun Ibu Dokter memberikannya walaupun aku harus menunggu lagi karena Beliau mau break untuk solat dzuhur. Setelah itu akhirnya aku dapat surat rujukan ke Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Pelni.
Senin, 7 November 2016
Hari ini aku izin ngak kerja, untuk ke RS Pelni berbekal Surat Rujukan Puskesmas, Fotokopi KTP, Fotokopi BPJS, Fotokopi KK dan langsung menuju Poli Bedah.
Hari ini aku izin ngak kerja, untuk ke RS Pelni berbekal Surat Rujukan Puskesmas, Fotokopi KTP, Fotokopi BPJS, Fotokopi KK dan langsung menuju Poli Bedah.
![]() |
| Antrian Poli Bedah |
![]() |
| Kartu Pasien RS Pelni |
Dapet antrian nomor 98, karena ambil nomor sekitar jam 08:33 dan harus lumayan sabar nunggu untuk dipanggil. Pas dipanggil pun ngak langsung masuk ruang Dokter. Cuma ditensi & timbang berat badan, lalu harus nunggu lagi. Kira-kira baru ketemu dr. Andi sekitar jam 15:40.
Pas udah dapet giliran ketemu dr. Andi ditanya keluhan kenapa. Aku jelasin terasa ada benjolan di payudara kiri setelah cek SADARI. dr. Andi memberikan surat keterangan ke bagian Radiologi untuk USG payudara. Namun, saat aku & mama ke bagian Radiologi, bagian administrasi bilang untuk datang kembali besoknya jam 08:00.
Selasa, 8 November 2016
Hari ini jadwal ke bagian Radiologi untuk USG, datang lebih pagi, jadi dapet antrian nomor 3.. Alhamdulillah jadi ngak terlalu harus nunggu lama, sekitar jam 09:30 sudah dipanggil masuk untuk USG.
Pas USG payudara diberikan semacam gel, lalu alat USG digunakan untuk mendeteksi dari ketiak hingga payudara dicek.
Hasil USG bisa diambil hari berikutnya, tapi karena jadwal praktik dr. Andi adalah Senin & Kamis, aku memutuskan ambil hasil hari Kamis agar sekalian konsultasi dengan dr. Andi
Kamis, 10 November 2016
Hari ini datang lebih pagi ke RS. Aku ambil antrian ke Poli Bedah, sedangkan mama antri ke Radiologi untuk ambil hasil USG.
Setelah melihat hasil USG adalah FAM, kemudian kita menunggu untuk konsul dengan dr. Andi.
Degup jantungku makin keras. Kamar Bedah luar biasa dinginnya. Benar-benar dingin!
![]() |
| Antrian Bagian Radiologi |
![]() |
| Alat untuk USG |
Hasil USG bisa diambil hari berikutnya, tapi karena jadwal praktik dr. Andi adalah Senin & Kamis, aku memutuskan ambil hasil hari Kamis agar sekalian konsultasi dengan dr. Andi
Kamis, 10 November 2016
Hari ini datang lebih pagi ke RS. Aku ambil antrian ke Poli Bedah, sedangkan mama antri ke Radiologi untuk ambil hasil USG.
Setelah melihat hasil USG adalah FAM, kemudian kita menunggu untuk konsul dengan dr. Andi.
![]() |
| Antrian Poli Bedah |
![]() |
| Hasil USG Mammae |
![]() |
| Hasil USG Mammae |
![]() |
| Hasil USG Mammae |
Setelah hasil USG dilihat oleh dr. Andi, Beliau mengatakan untuk dilakukan tindakan pembedahan/operasi untuk pengangkatan FAM tersebut.
Setelah mengisi & menyetujui form untuk pembedahan, aku harus melakukan cek lab darah dan urine ke bagian Laboratorium.
Setelah selesai cek darah dan urine aku langsung pulang, hasilnya sudah terintegrasi dan tersimpan secara sistem. Selanjutnya aku hanya harus ke Dokter Anastesi keesokan harinya.
Jumat, 11 November 2016
Hari ini aku datang ke Dokter Anastesi, disini hanya dilihat hasil tes lab darah dan urine, Alhamdulillah hasilnya bagus.
Setelah mengisi & menyetujui form untuk pembedahan, aku harus melakukan cek lab darah dan urine ke bagian Laboratorium.
![]() |
| Instalasi Laboratorium RS Pelni |
Setelah selesai cek darah dan urine aku langsung pulang, hasilnya sudah terintegrasi dan tersimpan secara sistem. Selanjutnya aku hanya harus ke Dokter Anastesi keesokan harinya.
Jumat, 11 November 2016
Hari ini aku datang ke Dokter Anastesi, disini hanya dilihat hasil tes lab darah dan urine, Alhamdulillah hasilnya bagus.
Kemudian aku ditanya riwayat kesehatan. Seperti obat apa yang sedang diminum, alergi terhadap obat apa, sering pingsan, apakah ada ashma, apakah ada riwayat penyakit lainnya.
Setelah itu, dijelaskan bahwa aku sudah terdaftar untuk rencana operasi dan akan dihubungi pihak rumah sakit kapan akan dilakukan tindakan. Kira-kira jam 13:00 aku sudah diperbolehkan pulang.
Senin, 14 November 2016
Kira-kira jam 09:23 aku ditelepon pihak RS Pelni jadwal operasi untuk besok pagi dan harus melakukan pendaftaran rawat inap jam 18:00, maka aku meminta izin ke Supervisor & Manager untuk pulang lebih awal.
Setelah melakukan registrasi dibagian Admission Center RS Pelni sekitar jam 20:30 aku sudah masuk kamar di New Bougenville lantai 2, kamar B222.
Ngak nyangka, ternyata salah satu susternya adalah teman SMP ku!
Ini pertama kalinya tidur di RS, seperti dari awal hari ini pun mama setia menemani aku, thanks, Mom.
Saat suster melakukan tensi, tensi ku cukup tinggi 158 mungkin karena aku cemas dan takut karena pertama kali akan melakukan operasi.
Sekitar jam 22:30 Dokter jaga memberitahu bahwa aku harus puasa mulai jam 02:00 karena aku akan mulai dioperasi sekitar pukul 07:30. Rasanya campur aduk deh! Degdegan, takut, panik!
Selasa, 15 November 2016
Tibalah saatnya! Makin panik, makin degdegan. Jam 07:00 aku sudah diantarkan suster yang sekaligus teman SMP ku ke Kamar Bedah.
Senin, 14 November 2016
Kira-kira jam 09:23 aku ditelepon pihak RS Pelni jadwal operasi untuk besok pagi dan harus melakukan pendaftaran rawat inap jam 18:00, maka aku meminta izin ke Supervisor & Manager untuk pulang lebih awal.
Setelah melakukan registrasi dibagian Admission Center RS Pelni sekitar jam 20:30 aku sudah masuk kamar di New Bougenville lantai 2, kamar B222.
Ngak nyangka, ternyata salah satu susternya adalah teman SMP ku!
Ini pertama kalinya tidur di RS, seperti dari awal hari ini pun mama setia menemani aku, thanks, Mom.
Saat suster melakukan tensi, tensi ku cukup tinggi 158 mungkin karena aku cemas dan takut karena pertama kali akan melakukan operasi.
Sekitar jam 22:30 Dokter jaga memberitahu bahwa aku harus puasa mulai jam 02:00 karena aku akan mulai dioperasi sekitar pukul 07:30. Rasanya campur aduk deh! Degdegan, takut, panik!
Selasa, 15 November 2016
Tibalah saatnya! Makin panik, makin degdegan. Jam 07:00 aku sudah diantarkan suster yang sekaligus teman SMP ku ke Kamar Bedah.
Tiba di Kamar Bedah, aku harus buka baju dan hanya menggunakan kain hijau untuk menutupi tubuhku dan menggunakan seperti shower cap di kepala. Saat itu juga ada 2 Ibu-ibu yang sedang hamil dan akan operasi caessar.
Degup jantungku makin keras. Kamar Bedah luar biasa dinginnya. Benar-benar dingin!
Beberapa perawat coba memasang infus, namun mereka bilang susah karena tidak terlihat, hingga hampir 6 orang mencoba memasang infus ditangan ku. Lumayan sakit juga, karena sudah dicoba pasang dikanan namun tidak bisa, coba pasang dikiri bawah juga tidak bisa, karena sepertinya bengkak. Akhirnya berhasil juga pasang infus di tangan kiri!
Setelah itu aku dibawa ke OK 7 (mereka menyebutkan OK, yang artinya kamar operasi 7). Yaaa seperti di film-film, banyak peralatan operasi, ada lampu besar dan dibawahnya hanya kasur kecil untuk pasien.
Sebelum dimulai, punggungku dipasang semacam tempelan dan kabel-kabel, sepertinya untuk mendeteksi denyut detak jantung. Jempol kiri ku juga dipasang semacam penjepit yang ada kabelnya gitu.
Dokter Anastesi datang, dia memberikan perintah kepada perawat untuk menyiapkan bius. Salah satu perawat mengajak ngobrol dan memberitahu bahwa aku akan tidur dan menyarankan berdoa. Saat aku berdoa, kepala mulai terasa berat. Sepertinya bius sudah yang sudah disuntik ke dalam infus ku mulai bekerja. Makin lama kepala semakin terasa berat dan mengantuk.
Tiba-tiba perawat menepuk pundak ku dan memanggil namaku agar terbangun. Aku melihat jam sekitar pukul 08:45 namun aku masih merasa mengantuk dan tertidur lagi.
Kemudian aku dibangunkan lagi, sekitar pukul 09:45 perlahan-lahan mulai sadar.
Yang aku rasakan hanya sangat mengantuk, tenggorokan sakit, sangat haus, terasa mual ingin muntah dan sedikit nyeri di payudara kiri ku.
Setelah sadar, aku dipindahkan ke ruang pemulihan. Disini gak kalah dinginnya sama ruangan operasi. Badanku menggigil kedinginan. Sepertinya sekitar 1 jam di ruang pemulihan. Setelah itu aku diantarkan keluar Kamar Bedah dan petugas memanggil pihak keluarga ku untuk menemaniku kembali ke kamar inap.
Suster memberitahu bahwa aku harus bedrest selama 12 jam. Jadi tidak boleh banyak bergerak. Bahkan buang air kecil pun menggunakan pispot.
Solat pun aku dikasur dengan tayamum.
Rabu, 16 November 2016
Akhirnya boleh bangun dari tempat tidur. Aku bangun jam 04:30 minta tolong mama diantar ke kamar mandi untuk mandi (hanya bagian bawah, karena bagian atas masih diperban), sikat gigi, cuci muka dan wudhu. Setelah solat subuh gak bisa tidur lagi. Sambil main handphone. Sekitar jam 07:30 suster memberitahu bahwa hari ini aku sudah diperbolehkan pulang, namun harus istirahat dirumah selama 3 hari, menjelaskan obat-obat yang harus aku minum dan kontrol kembali ke dr. Andi hari Senin, 21 November 2016 untuk melihat hasil operasi.
Kamis, 17 November 2016
Dirumah tidak banyak aktivitas yang aku lakukan. Hanya tidur, solat, makan, minum obat. Masih terasa nyeri ketika banyak bergerak.
Dan aku menunggu sampai hari Senin untuk kontrol ke dr. Andi.
Begitulah kira-kira pengalaman pertama kali melakukan operasi.
Aku masih menunggu hasil Patologi Anatomi FAM yang telah diangkat dari payudara ku.
Oiya sist, mau ingetin mungkin emang harus mulai pola hidup sehat dan olahraga. Kurangi makan berminyak, lemak, asin, mecin, junk food dan fast food.
Alhamdulillah karena aku pakai BPJS semuanya free, walaupun emang harus sabar dan menghabiskan waktu dan tenaga.
Ternyata operasi FAM ga berasa apa-apa karena memang bius total.
Yuk buat kalian jangan takut untuk periksa kondisi kesehatan, jadi kalo ada apa-apa bisa ditangani lebih dini.
Dengan ini aku lebih aware terhadap kondisi badanku. Mencoba memulai hidup sehat. Banyak makan buah dan kurangi makanan berminyak, berlemak, mecin, garam dan lain-lainnya.
Jangan takut untuk ke Dokter kalo kalian merasa ada sesuatu yang mengganjal. Periksa aja! Aku pun sharing ke teman-teman ku yang perempuan agar mulai hidup sehat.
Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Yuk sama-sama belajar hidup sehat!
Setelah itu aku dibawa ke OK 7 (mereka menyebutkan OK, yang artinya kamar operasi 7). Yaaa seperti di film-film, banyak peralatan operasi, ada lampu besar dan dibawahnya hanya kasur kecil untuk pasien.
Sebelum dimulai, punggungku dipasang semacam tempelan dan kabel-kabel, sepertinya untuk mendeteksi denyut detak jantung. Jempol kiri ku juga dipasang semacam penjepit yang ada kabelnya gitu.
Dokter Anastesi datang, dia memberikan perintah kepada perawat untuk menyiapkan bius. Salah satu perawat mengajak ngobrol dan memberitahu bahwa aku akan tidur dan menyarankan berdoa. Saat aku berdoa, kepala mulai terasa berat. Sepertinya bius sudah yang sudah disuntik ke dalam infus ku mulai bekerja. Makin lama kepala semakin terasa berat dan mengantuk.
Tiba-tiba perawat menepuk pundak ku dan memanggil namaku agar terbangun. Aku melihat jam sekitar pukul 08:45 namun aku masih merasa mengantuk dan tertidur lagi.
Kemudian aku dibangunkan lagi, sekitar pukul 09:45 perlahan-lahan mulai sadar.
Yang aku rasakan hanya sangat mengantuk, tenggorokan sakit, sangat haus, terasa mual ingin muntah dan sedikit nyeri di payudara kiri ku.
Setelah sadar, aku dipindahkan ke ruang pemulihan. Disini gak kalah dinginnya sama ruangan operasi. Badanku menggigil kedinginan. Sepertinya sekitar 1 jam di ruang pemulihan. Setelah itu aku diantarkan keluar Kamar Bedah dan petugas memanggil pihak keluarga ku untuk menemaniku kembali ke kamar inap.
Suster memberitahu bahwa aku harus bedrest selama 12 jam. Jadi tidak boleh banyak bergerak. Bahkan buang air kecil pun menggunakan pispot.
Solat pun aku dikasur dengan tayamum.
Rabu, 16 November 2016
Akhirnya boleh bangun dari tempat tidur. Aku bangun jam 04:30 minta tolong mama diantar ke kamar mandi untuk mandi (hanya bagian bawah, karena bagian atas masih diperban), sikat gigi, cuci muka dan wudhu. Setelah solat subuh gak bisa tidur lagi. Sambil main handphone. Sekitar jam 07:30 suster memberitahu bahwa hari ini aku sudah diperbolehkan pulang, namun harus istirahat dirumah selama 3 hari, menjelaskan obat-obat yang harus aku minum dan kontrol kembali ke dr. Andi hari Senin, 21 November 2016 untuk melihat hasil operasi.
Kamis, 17 November 2016
Dirumah tidak banyak aktivitas yang aku lakukan. Hanya tidur, solat, makan, minum obat. Masih terasa nyeri ketika banyak bergerak.
Dan aku menunggu sampai hari Senin untuk kontrol ke dr. Andi.
Begitulah kira-kira pengalaman pertama kali melakukan operasi.
Aku masih menunggu hasil Patologi Anatomi FAM yang telah diangkat dari payudara ku.
Oiya sist, mau ingetin mungkin emang harus mulai pola hidup sehat dan olahraga. Kurangi makan berminyak, lemak, asin, mecin, junk food dan fast food.
Alhamdulillah karena aku pakai BPJS semuanya free, walaupun emang harus sabar dan menghabiskan waktu dan tenaga.
Ternyata operasi FAM ga berasa apa-apa karena memang bius total.
Yuk buat kalian jangan takut untuk periksa kondisi kesehatan, jadi kalo ada apa-apa bisa ditangani lebih dini.
Dengan ini aku lebih aware terhadap kondisi badanku. Mencoba memulai hidup sehat. Banyak makan buah dan kurangi makanan berminyak, berlemak, mecin, garam dan lain-lainnya.
Jangan takut untuk ke Dokter kalo kalian merasa ada sesuatu yang mengganjal. Periksa aja! Aku pun sharing ke teman-teman ku yang perempuan agar mulai hidup sehat.
Mencegah lebih baik daripada mengobati.
Yuk sama-sama belajar hidup sehat!








